Gambar Ilustrasi Solapost.com- Melalui perjuangan panjang seorang anak dari kalangan biasa sebagai pedagang tukang bakso akhirnya lulus akademi militer tahun 2025.
Sayangnya, dihari penuh haru dan kebahagian itu kedua orang tuanya tak bisa hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Sosok pria dengan postur tubuh kekar itu usai mendengar kelulusan ia tak merayakan seperti teman-teman lain yang sedang memeluk orang tuanya melainkan pria tersebut malah duduk meratap keheningan penuh makna sambil menikmati sebungkus nasi di tengah lapangan.
Namanya Andika Pranata hanya bisa mencari tempat signal yang kuat agar bisa menghubungi kedua orang tuanya melalui telepon seluler.
Kisah Andika bukan sekedar tentang seorang pemuda dari ribuan peserta yang lulus seleksi Akmil, melainkan pembuktian tentang ketegaran, pengorbanan dan cinta yang tak pernah minta balasan.
Orang tua Andika yang berjualan bakso keliling sehari-hari di kampung halaman itu bukan tak mau hadir, bukan karena tak ingin namun keterbatasan ekonomi. Sebab, menurut keluarga sederhana tersebut biaya ke Kota Magelang terlalu besar dan mereka tak sanggup.
Akhirnya, kedua orang tua itu, lebih memilih duduk di rumah menatap layar ponsel menunggu kabar dari sang putranya dengan hati yang penuh doa.
Meski demikian, Andika tidak membiarkan jarak merenggut makna dari pencapaian ini. Meskipun orang tuanya tidak hadir secara fisik akan tetapi selalu senantiasa hadir disetiap langkahnya.
Rasa rindu mendalam di asrama setelah meninggal orang tuanya, Andika hanya bisa berserah diri ke tuhan demi membahagiakan kedua orang tua yang mengorbankan segala untuknya.
Dari 1.270 taruna dinyatakan lulus Andika bukan orang yang paling heboh tetapi dia diantara ribuan peserta yang bisa dibilang paling menggugah hati.
Karena dibalik seragam rapi dan lencana ia kenakan ada perjalanan panjang yang tidak terlihat. Ada malam-malam tanpa listrik untuk ia belajar, dan ada hari-hari dia harus memilih membeli jajan atau membeli pulza agar bisa belajar soal-soal online.
Ada rasa malu saat melihat teman-temannya naik motor sedang ia hanya bisa tempuh perjalanan kaki setiap pergi-pulang sekolah. Semua itu, Andika tidak pernah menjadikan latar belakang hidupnya sebagai alasan untuk menyerah. Tetapi, justru menjadikan semua seperti bahan bakar.
Setiap bangun pagi, ia melihat ayahnya bangun jam 4 pagi untuk mendorong gerobak baksonya dari gang ke gang di Langkat, Sumatra Utara itu sebagai teladan pekerja keras. Dilansir Sulapost dari Fakta Unik dan menarik, Jumat (08/08/2025). (**)
Tidak ada komentar